Ratusan Anak Panti Asuahan di Wamena Demo Pemerintah Daerah

  • Whatsapp
Anak Panti Asuhan saat demo di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya (JW Noken)
Anak Panti Asuhan saat demo di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya (JW Noken)

Wamena, nokenwene.com – Ratusan anak-anak Panti Asuhan dan Asrarama pelajar / mahasiswa di Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya Papua, melakukan aksi damai di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, kamsi, (25/10/18). Kedatangan anak-anak ini mempertanyakan beras miskin / rastra, alokasi untuk panti  asuhan dan asrama yang tidak tersalurkan selama 6 bulan

Linus Yakobus Wuka, Koordinator Panti Asuhan di Jayawijaya mengatakan, jatah raskin / rastra alokasih untuk panti asuhan dan asrama selama enam bulan terakhir hingga saat ini belum diterima. Bukan kali ini saja tapi hampir tiap tahun tidak perna terima bersih tiap bulan, pasti saja ada yang bolong

“padahal alokasihnya itu tiap bulan, tapi tiap tahun itu kami kadang terima setelah tiga bulan, dua bulan sisanya tidak tahu kemana, dan kali ini 6 bulan kami belum terima” kata Yakobus.

Kata Yakobus, Pemerintah beralasan beras belum tersalurkan karena perubahan dari beras  raskin ke rastra tapi di Jayawijaya perubahan itu mulai diberlakukan pada bulan September lalu sementra dari januari hingga agustus masih raskin

“rastra itu berlaku dari bulan September dengan oktober ini tapi agustus kebawa ini, itu masi raskin. Bulan agustus kebawa itu beras  raskin (sebelum rastra) suda keluar tapi kita di panti asuhan belum terima, yang keluar itu sekrang ada di mana” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan hitungan yang dilakukan total beras yang belum diterima untuk 13 panti asuhan dan asrama di jayawijaya sebanyak 39 ton

“jadi 39 ton untuk 13 panti asuhan dan asrama itu  hilang, sebelum aturan rastra itu diterapkan” ungkapnya.

Anak Panti Asuhan saat demo di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya (JW Noken)

Sementara itu, sekretaris daerah kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo yang menemui masa aksi mengatakan, tidak ada regulasi yang mengatur raskin atau rastra alokasih untuk panti asuhan dan asrama

“jadi raskin yang selama ini mereka dapatkan adalah kebiijakan dari pemerintah daerah untuk panti asuhan. Tidak ada aturan khusu yang mengatur khusu alokasih panti asuhan tapi itu kebiijakan pemda jayawijaya”

Ia mengatakan, kemungkinan jatah untuk panti asuhan dan asrama akan mengalami pengurangan karena perubahan dari raskin ke rastra ini ada pengurangan kuota untuk Jayawijaya

“nanti kalo ada kuota lebih kita turunkan tapi mungkin jumlahnya tidak sama dengan sebelumnya, mungkin berkurang dari itu.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Sekda Jayawijaya, Ratusan pendemo yang dominan balita dan anak-anak beserta para pengurus panti asuhan dan asrama itu membubarkan diri dengan aman dan tertib.

Pewarta: Jurnalis Warga Noken Wamena

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar